Musirawasterkini.com – Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 9 Desember 2020 tidak lama lagi, termasuk Kabupaten Musi Rawas. Bagaimana kekuatan kandidat berdasarkan Hasil survei dari sebelum tahapan hingga jelang pemungutan Suara.

Berdasarkan catatan literasi media hanya ada satu lembaga survei dalam naungan persepi yang melakukan rilis hasil surveinya yakni Lembaga Kajian Publik Independen.

Rilis pertama pada 20 November 2019 ketika dinamika pilkada belum ramai. Ini merupakan hasil survei yang digelar 5 – 15 November 2019 dengan responden 820, margin error +/- 3,5 persen. Pada rilis pertama ini Petahana H Hendra Gunawan elektabilitasnya diangka 66,7 persen dan Ratna Mahmud diangka 13,1 persen dalam uji simulasi head to head dengan pertanyaan tertutup.

Kemudian hasil survei LKPI rilis 25 Juli 2020 disaat dinamika pilkada mulai bergeliat.  Sejumlah nama baru muncul sebagai bakal calon seperti Hj Suwarti, firdaus cik olah, akmaludin dan lain sebagainya. Survei yang digelar 10 – 19 Juli 2020 ini dengan sample 420 responden serta margin of error +/- 5 persen.

Temuan LKPI elektabilitas H2G jauh masih unggul diangka 61 persen sedangkan calon lain seperti Firdaus Cik Olah (10%), Suwarti (6,4%), Ratna Mahmud (2,4%) dan lainnya. Saat rilis kedua LKPI ini belum ada bakal calon yang mengerucut sebagai rival petahana H2G.

Di rilis Survei ke-3 nya LKPI pada 15 November 2020 yang sudah menggambarkan kejelasan head to head sebagai pasangan calon dan sudah menjalani masa kampanye serta menyisakan waktu efektif 1 bulan jelang pencoblosan. Survei ini sendiri dilakukan pada 2 – 8 November 2020 dengan sample 420 responden, margin  error +/- 5 persen.

Di survei ke-3 LKPI ini Paslon no. 2 H Hendra Gunawan – H Mulyana masih unggul signifikan diangka 60,7 persen dari rivalnya Paslon No 1 Ratna Mahmud – Suwarti diangka 29,8 persen dengan massa mengambang 9,5 persen.

Dengan menyisakan 30 hari, Direktur Eksekutif LKPI Arianto, ST, M SI, M Ikom menilai paslon Ramah Berarti sangat sulit mengejar ketertinggalan 30 persen lebih dengan menyisakan waktu 30 hari kecuali jika terjadi politik uang secara masif.

Dari catatan tersebut, menunjukan elektabilitas petahana Musi Rawas yakni H Hendra Gunawan (H2G) konsisten diatas 60 persen. Baik saat sebelum pilkada, jelang pendaftaran paslon ataupun jelang pemungutan suara.

Waspada Politik Uang Diprediksi Jadi Primadona Pilkada 2020

Pengamat Politik Sumsel Dr Ardian Saptawan menilai politik uang semakin menjadi primadona pada Pilkada tahun 2020 ini.

“Masyarakat Indonesia pada umumnya termasuk di Sumatera Selatan dalam memutuskan aspirasi politiknya masih bersifat tradisional yaitu untuk apa dan dapat apa,”ungkap Dia

Hal tersebut menurut Ardian, menjadi lebih menguat sebagai pilihan strategi politik uang oleh kandidat, karena situasi pandemi saat ini menyebabkan waktu pertemuan antara kandidat dengan calon pemilih sangat terbatas.

“Sehingga daya lekat ketertarikan calon pemilih menjadi longgar disamping keadaan ekonomi yang semakin berat sehingga uang bisa menjadi perekat instan,”ungkap Dosen FISIP UNSRI ini.

Menurut Mantan Komisioner KPU Sumsel ini, alasan para kandidat berfikir instan yakni ingin cepat mendapat kepastian tentang pilihan calon pemilih.

“Jika petahana mencalonkan diri kembali maka sang penantang harus menggandakan daya tariknya karena petahana lebih populer dari sang penantang,”kata Akademisi yang sering jadi panelis debat kandidat ini.

Untuk itu, lanjutnya, uang menjadi cara termudah yang mampu menggandakan daya tarik penantang ke pemilih. “Apalagi Bawaslu atau Panwaslu terbukti selama ini belum mampu mengusut tuntas pelanggaran politik uang ini,”ujar Pengamat Politik Sumsel Dr Ardian Saptawan.(*)