Musirawasterkini.com РPelaksana Tugas (Plt) Walikota Bengkulu, Propinsi Bengkulu dan rombongan lakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Lubuklinggau, Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam rangka sharing program dan kegiatan di bidang perizinan dan pelayanan terpadu dan pencapaian WTP, Jumat (2/10/2020). 

Kunker tersebut disambut langsung Wakil Walikota (Wawako) Lubuklinggau, H. Sulaiman Kohar di ruang kerjanya.

“Selamat datang kepada Plt Walikota Bengkulu berserta rombongan dan terima kasih telah menjadikan Kota Lubuklinggau tujuan kunjungan kerjanya,”ucap Wawako.

Mengenai WTP, lanjut Wawako Sulaiman Kohar,  Kota Lubuklinggau sudah mendapatkan 9 kali penghargaan WTP secara berturut-turut. Dan mengenai perizinan, sudah dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal melalui satu pintu dengan sebaik-baiknya.

“Kita sudah memiliki PTSP yang sudah sangat baik saat ini,” kata dia.

Sementara, Plt Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPM-PTSP yang telah menerima dengan pelayanan prima. 

“Terima kasih juga sudah memberikan kesempatan untuk mengelilingi setiap ruangan yang ada di DPM-PTSP,”katanya. 

Selain itu, sambungnya, juga telah memberikan banyak masukan dan saran bersama, bagaimana menciptakan suasana dalam pelayanan yang prima serta membuat para pengunjung tak bosan saat berada di Ruang Mal Pelayanan Publik.

“Kami tadi sudah berkunjung ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan pelayanannya sangat baik,”ujarnya. 

Terlebih, lanjutnya, Kota Lubuklinggau juga sudah mendapatkan penghargaan WTP 9 Kali berturut turut, makanya kami belajar ke Lubuklinggau.

“Kami masih kalah dengan Kota Lubuklinggau dimana Kota Lubuklinggau mendapatkan 9 kali WTP. Maka dari itu kami belajar dengan Kota Lubuklinggau dan belajar tata kelola pemerintahan dan juga belajar pelayanan terpadu, sebuah kemajuan besar Kota Lubuklinggau bisa membangun bandara sendiri,”tutur Dedi.

Untuk program unggulan Kota Bengkulu sendiri, menurut Dedi bahwa ada pada Disdukcapil dimana membuat KTP dengan cara online. 

“Tetapi persoalan yang di hadapai¬† adalah masalah jaringan dan ada juga program terbaru kami mengenai orang meninggal dengan membuatkan langsung akta kematian,”tutupnya. (**)