Musirawasterkini.com – Masyarakat Musi Rawas pada kontes demokarasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020 bisa menunjukkan kepada bangsa Indonesia, berani dan siap membangun demokrasi di tengah pandemi demi menjaga keberlanjutan sistem politik pemerintahan dalam negeri yang demokratis sesuai dengan ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945, dan bisa menyikapi Pilkada kali ini merupakan pesta demokrasi yang damai tanpa ada hujan karena kita merupakan bagian rakyat kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Dasril Ismail.SE MM Salah Seorang Tenaga Pendidik di peguruan swasta kota Lubuk Linggau yang juga Mantan Anggota Komisioner KPUD Musi Rawas juga Wartawan Senior, sesi wawancara , Senin (02/10/2020). Menjelaskan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas di tahun 2020 dalam suasana covid-19 tinggal 37 hari lagi. Pemilihan kepala daerah bisa memberikan suntikan dana lebih cepat dan bisa meningkatkan daya beli dan stimulus ekonomi masyarakat.
Karena itu pilkada sekarang ini memiliki banyak pengaruh langsung di masyarakat” . Uang tunai itu bisa langsung diterima secara langsung oleh masyarakat Musi Rawas,” ujarnya. Pada situasi pandemi Covid-19, uang tunai merupakan sesuatu yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Pendapatan secara langsung diyakini akan dibelanjakan untuk kepentingan makanan ataupun kebutuhan lainnya. Selain itu, dengan penghasilan yang mendapatkan uang tunai berpengaruh pada perekonomian di daerah. Ekonomi di daerah diyakini dapat berputar, karena masyarakat memiliki daya beli. Banyak Uang Transport dan Kegiatan, Momen Pilkada Diyakini Putar Roda Perekonomian Masyarakat meningkat. Karena uang akan dibelanjakan di mana bertempat tinggal, sehingga roda perputaran ekonomi dan daya beli bisa meningkat,” jelasnya.
Berbeda apabila bantuan kepada masyarakat disalurkan berbentuk sembako. Menurut dia, penyaluran sembako hanya menjadi ajang pemodal besar mendapatkan keuntungan di tengah krisis pandemi. Kondisi ekonomi daerah selama masa pandemi covid 19 mengalami ketidak stabilan atau bahkan mengalami keterpurukan yang signifikan. Sejumlah unit usaha mengalami kelesuan atau juga hingga gulung tikar. Hal ini tentunya berdampak kepada banyaknya PHK yang terjadi dan berimbas signifikan pada penurunan daya beli masyarakat. Beberapa skenario untuk menumbuhkan ekonomi daerah mulai diterapkan oleh pemerintah, salah satunya terselenggaranya momen Pilkada disebut sebagai sarana penggerak perekonomian. Perputaran uang selama musim Pilkada sendiri diperkirakan cukup signifikan. Program-program atau kegiatan dari para calon Bupati serta beredarnya uang transport bagi masyarakat maupun kader serta relawan akan meningkatkan daya beli masyarakat.
Pergerakan ekonomi dan perputaran uang dalam jumlah besar tentu akan terjadi. Sebagai contohnya, saat musim kampanye tentu partai politik dan calon membutuhkan berbagai atribut dengan begitu mereka akan memesan pada penyedian jasa. Sejak lama pesta demokrasi akan berdampak secara ekonomi bagi masyarakat. Contohnya, untuk mendapatkan simpati dukungan tentu calon ataupun partai politik akan memberikan support bantuan program atau kegiatan bagi masyarakat ataupun kelompok’. “Contoh kecilnya memesanan atribut partai, stiker, kalender, kaos atau bahkan konsumsi di penyedia catering. Pasti ada keuntungan tersendiri bagi mereka,” Pungkas Dasril.
Dengan terselengganya Pilkada Musi Rawas tidak bisa dipungkiri pasti akan berdampak secara ekonomi. Pasalnya dengan adanya pelaksanaan ini, dapat menggerakkan roda pendapatan masyarakat baik mereka yang menganggur maupun mereka yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah.
Pandemi covid yang terjadi selama beberapa bulan terakhir diakuinya menjadikan ekonomi di Musi Rawas sangat lesu dan mengalami penurunan. Namun demikian, disinggung mengenai prosentase peningkatan pertumbuhan ekonomi akibat Pilkada Musi Rawas, Dasril belum bisa menghitung secara pasti. “Yang jelas saya yakin pasti ada dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” lanjutnya.
Ini merupakan peluang emas untuk mendongkrak pemulihan ekonomi nasional. Dengan digelarnya pilkada, perekonomian di Musi Rawas diyakini akan meningkat karena besarnya permintaan untuk memenuhi kebutuhan pesta demokrasi tersebut, ujarnya.
Dengan luasnya area pelaksanaan yakni mencapai 199 Desa dan kelurahan dan besarnya jumlah pemilih yang mencapai 289 ribu pemilih, dengan jumlah TPS sekitar 690, pilkada akan mampu menciptakan lapangan kerja baru yang bersifat sementara.
Sebanyak 98 orang penyelenggara tingkat kecamatan yakni anggota PPK dan Sekretaris serta anggota sekretariat PPK, 1.194 orang Anggota PPS dan Sekretariat PPS Kelurahan dan Desa, sekitar 6.210 0rang anggota KPPS dan Linmas Pilkada, sebanyak 84 orang anggota Panwascam dan sekretariat Panwascam, 119 orang PKD, 690 Pengawas TPS, belum lagi jika Paslon Menunjuk Saksi Paslon di setiap TPS diperkirakan sekitar 1.380 orang saksi Paslon karena pada Pilkada Musi Rawas 2020 diikuti 2 Paslon.
Dalam Pilkada Musi Rawas 2020 pemerintah dalam hal Pemkab. Musi Rawas telah menghibakan sekitar 45 Milyar untuk KPUD Mura, Bawaslu Musi Rawas lebih kurang sekitar 17,5 Milyar. Dari dana tersebut sebagian besar menjadi sumber pendapatan masyarakat Musi Rawas selama penyelenggaraan Pilkada ini, dan bagian penghasilan tersebut menjadi peningkatan daya beli masyarkat.
Pilkada Musi Rawas tahun 2020 tentu harus tetap dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kedisiplinan para kontestan, masyarakat, dan petugas pemilu menjadi sangat krusial untuk menyukseskan pilkada tanpa menimbulkan penyebaran klaster baru covid-19, ujar Dasril. (*)